Rabu, 15 Februari 2017

Apple Rilis MacBook Pro Tertipis dengan "Touch Bar"

 Apple resmi meluncurkan laptop MacBook Pro generasi terbaru dalam acara bertajuk "Hello Again" di Cupertino, AS, Kamis (27/10/2016) pagi waktu setempat.



MacBook Pro generasi terbaru ini hadir dalam dua varian. Varian pertama memiliki layar 13 inci. Sedangkan varian kedua punya layar yang lebih besar, yakni 15 inci.

Desain dari MacBook Pro generasi baru tersebut tidak jauh berbeda dari sebelumnya, berbahan logam dengan logo Apple di bagian tengahnya. Meski begitu, Apple berhasil merampingkan bodi MacBook Pro tersebut.

Menurut Chief Marketing Apple Phil Schiller, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Apple Insider, Jumat (28/10/2016), laptop baru ini merupakan yang tertipis dari teringan dari seluruh generasi MacBook Pro yang ada.

MacBook Pro 13 inci memiliki ketebalan hanya 14,9 mm atau sekitar 17 persen lebih tipis dari generasi sebelumnya. Secara volume, perangkat tersebut 23 persen lebih kecil dan berbobot 1,5 kg.

Sementara itu, generasi sebelumnya dari MacBook Pro 15 inci memiliki ketebalan 15,5 mm (14 persen lebih tipis) dan volumenya lebih kecil 20 persen dengan bobot 2 kg.

Touch Bar



Apple
MacBook Pro baru dilengkapi Touch Bar


Satu fitur yang menjadi perubahan terbesar dari MacBook Pro ini adalah panel Touch Bar, yang diletakkan di atas keyboard. Panel yang satu ini menggantikan deretan tombol Functions (F) yang biasanya selalu setia menemani keyboard.

Touch Bar sendiri merupakan tombol sentuh yang dilengkapi dengan berbagai fungsi. Bagian ini menghadirkan fungsi akses cepat ke tools yang sering digunakan, seperti mengakses Siri, bookmark browser, memperlihatkan daftar emoji, navigasi, hingga mengedit foto.

Tombol-tombol yang ada di Touch Bar sendiri dapat diatur sesuai keinginan pengguna. Apple mengklaim pengaturan tersebut dapat dilakukan dengan mudah.

Di bagian kanan dari Touch Bar, Apple meletakkan sebuah tombol yang dilapisi safir. Itu merupakan generasi kedua dari sensor pemindai sidik jari Touch ID.

Salah satu fungsi dari Touch ID itu adalah untuk otentikasi pembayaran menggunakan Apple Pay. Cukup taruh jari pengguna di atas Touch ID, otentikasi, dan pembayaran sudah bisa dilakukan.

Tiga pilihan spesifikasi

Ada tiga pilihan spesifikasi yang disediakan oleh Apple. Varian termurah terdiri dari layar 13 inci, prosesor Intel Core i5 2.0 GHz dual-core, RAM 8 GB, dan penyimpanan 256 GB.

Model yang satu itu tidak dilengkapi dengan Touch Bar sehingga harganya juga tidak terlalu tinggi. Ia dibanderol 1.499 dollar AS atau sekitar Rp 19,5 juta.

Varian kedua sudah dilengkapi dengan Touch Bar dan Touch ID. Dengan spesifikasi layar 13 inci, prosesor Intel Core i5 2,9 GHz dual-core, RAM 8 GB, dan media penyimpanan 256 GB, produk ini dijual 1.799 dollar AS atau sekitar Rp 23,5 juta.

Varian terakhir dilengkapi dengan layar 15 inci, Touch Bar, dan Touch ID. Spesifikasinya terdiri dari prosesor Intel Core i7 2,6 GHz quad-core, RAM 16 GB, kartu grafis Radeon Pro 450 2 GB, dan media penyimpanan 256 GB. Ia akan dijual dengan harga 2.399 dollar AS atau sekitar Rp 31,3 juta.

Waktu kehadiran ketiga varian laptop itu bervariasi. MacBook Pro generasi baru dengan harga termurah sudah mulai tersedia hari ini di AS.

Sedangkan dua model berikutnya baru akan hadir dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Belum ada kabar kapan ketiganya hadir di Indonesia.

Jumat, 10 Februari 2017

Twitter Bakal Tutup Aplikasi Video Vine

Twitter mengungkap rencananya untuk menutup aplikasi Vine. Penutupan tersebut tidak akan langsung terjadi saat ini, melainkan dalam beberapa bulan mendatang, kemungkinan akhir tahun 2016.



Vine adalah aplikasi berbagi video singkat yang dimiliki oleh Twitter. Perusahaan berlogo burung biru itu mengakuisisi startup Vine pada Oktober 2012. Aplikasi Vine kemudian dikenalkan Twitter mulai Januari 2013.

Selama ini, setiap bulan tercatat ada sekitar 100 juta orang yang menonton video Vine, dan ada sekitar 1,5 miliar video loop yang diunggah ke Vine. Mulai dari perayaan, gol, serta sorotan dalam pertandingan tertentu, dibagikan dalam bentuk loop singkat melalui Vine.

Meski demikian, sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Guardian, Jumat (28/10/2016), jumlah pengguna Vine, secara bertahap dan perlahan, terus berkurang. Tahun ini, bahkan tercatat ada penurunan pengguna sekitar 10 juta orang.

Pengguna Vine tak perlu khawatir soal penutupan ini. Pasalnya, perusahaan berjanji bahwa aplikasi, website atau berbagai video singkat yang telah diunggah ke platform Vine, masih bisa diakses untuk sementara waktu ini.

“Hari ini, tak ada yang akan terjadi pada aplikasi, web atau Vines milik Anda. Kami menghargai Anda dan Vines yang selama ini diunggah, karen itu kami akan melakukan hal yang benar,” tulis pernyataan resmi Vine dalam blog perusahaan.

“Anda akan tetap bisa mengakses dan mengunduh Vines milik Anda. Kami pun akan terus mempertahankan web agar bisa tetap online,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, saat ini Twitter memang tengah berjuang keras untuk memulihkan kondisi keuangannya. Salah satu jalan yang mereka tempuh adalah mengurangi jumlah tenaga kerja.

Penutupan Vine di iOS dan Android pun bisa jadi terkait hal itu. Pasalnya, selama ini Vine menggunakan aplikasi terpisah, sehingga perlu perawatan dan tim khusus.

Minggu, 05 Februari 2017

Berapa Harga MacBook Pro Generasi Terbaru?

Apple resmi merilis MacBook Pro generasi terbaru dalam sebuah acara bertajuk "Hello Again" di Cupertino, AS, Kamis (27/10/2016) waktu setempat.



Seperti biasanya, MacBook Pro baru ini hadir dalam dua pilihan bentang layar, yakni 13 inci dan 15 inci. Keduanya dilengkapi dengan fitur terbaru MacBook Pro, Touch Bar dan Touch ID.

Selain itu, ada satu varian MacBook Pro lagi yang tidak dibekali dengan kedua fitur baru tersebut. Varian yang satu ini juga memiliki layar berbentang 13 inci.

Berikut harga MacBook Pro baru yang KompasTekno rangkum dari situs resmi Apple, Jumat (28/10/2016).

MacBook Pro 13 inci tanpa Touch Bar

Varian termurah dari MacBook Pro baru ini dijual dengan harga 1.499 dollar AS atau sekitar Rp 19,5 juta.

Secara mendetail, model yang satu ini dilengkapi layar 13,3 inci dengan dukungan resolusi hingga 1.680 x 1.050 piksel.

Dari segi "jeroan", MacBook Pro ini dilengkapi prosesor Intel Core i5 2,0 GHz dual-core, grafis Intel Iris 540, RAM 8 GB, media penyimpanan SSD 256 GB, dan port USB Type-C. Tidak ada Touch Bar dan Touch ID di model tersebut.

MacBook Pro 13 inci dengan Touch Bar

Model berikutnya dilengkapi juga dengan layar 13 inci. Tetapi sudah dibekali dengan Touch ID dan Touch Bar. Varian 13 inci dengan dua fitur baru tersebut dijual dengan harga 1.799 dollar AS atau sekitar Rp 23,5 juta (penyimpanan 256 GB) dan 1.999 dollar AS atau sekitar Rp 26 juta.

Spesifikasinya sendiri terdiri dari layar 13,3 inci (1.680 x 1.050), prosesor Intel Core i5 2,9 GHz dual-core, grafis Intel Iris 550, SSD 256 GB/512 GB, dan USB Type-C.

MacBook Pro 15 inci

Model termahal memiliki layar 15,4 inci dengan dukungan resolusi 1.920 x 1.200. Ia bakal dijual dalam dua pilihan, yakni 2.399 dollar AS atau sekitar Rp 31,3 juta (penyimpanan 256 GB) dan 2.799 dollar AS atau sekitar Rp 36,5 juta (penyimpanan 512 GB).

Spesifikasi di antara dua media penyimpanan sedikit berbeda, di mana versi 256 GB dilengkapi prosesor Intel Core i7 2,6 GHz quad-core, grafis Radeon Pro 450, RAM 16 GB, dan port USB Type-C.

Sedangkan, versi 512 GB dilengkapi prosesor Intel Core i7 2,7 quad-core, grafis Radeon Pro 455, RAM 16 GB, dan port USB Type-C.

Waktu kehadiran ketiga varian laptop itu bervariasi. MacBook Pro generasi baru dengan harga termurah sudah mulai tersedia hari ini di AS.

Sedangkan dua model berikutnya baru akan hadir dalam 2 hingga 3 minggu ke depan. Belum ada kabar kapan ketiganya hadir di Indonesia.

Senin, 30 Januari 2017

Galaxy Note 7 Terbakar, Samsung Tetap Meraja

Bisnis smartphone Samsung rupanya begitu besar. Sehingga penarikan kembali (recall) Galaxy Note 7 yang kolosal pun tak mampu menggoyang posisinya di urutan teratas.



Data kuartal ketiga 2016 dari dua lembaga riset pasar IDC dan Strategy Analytics sama-sama membeberkan bahwa Samsung tetap menjadi pabrikan smartphone terbesar di dunia.

“Dominasi pasar Samsung di kuartal ketiga tak goyah dalam jangka pendek meski ada kejadian recall high-profile Galaxy Note 7. Namun, dampak jangka panjangnya masih harus dilihat,” ujar Melissa Chau, Associate Research Director mobile devices IDC, seperti dirangkum KompasTekno dari Cnet, Jumat (28/10/2016).

Baca: Oppo dan Vivo Rajai China, Geser Huawei dan Xiaomi

Walau demikian, pangsa pasar Samsung di kuartal ini tercatatat menurun.


IDC
Catatan preliminary IDC mengenai lima besar pabrikan smartphone dunia di kuarta 3 2016.


IDC menyebutkan pabrikan asal Negeri Ginseng tersebut memiliki market share 20 persen dengan pengapalan 72,5 juta unit di kuartal ini, turun dari 23,3 persen dengan 83,8 juta unit di kuartal yang sama tahun lalu.

Apple, rival berat Samsung yang duduk di posisi kedua, juga mengalami penurunan pangsa pasar dari 13,4 persen setahun lalu menjadi 12,5 persen.

Urutan-urutan berikutnya di daftar 5 besar pabrikan smartphone dunia dikuasai oleh tiga vendor China, yakni Huawei, Oppo dan Vivo.

Dari ketiganya, Oppo mencatat pertumbuhan tertinggi, sebesar 121,6 persen. Pengapalannya meningkat dari 11,4 juta unit pada kuartal-III 2015 (3,2 persen market share) menjadi 25,3 juta unit pada kuartal-III 2016 (7 persen market share).

Rabu, 25 Januari 2017

Apple Hapus MacBook Air 11 Inci

 Apple secara diam-diam menghentikan penjualan dan produksi (discontinued) MacBook Air 11 inci. Keputusan tersebut diambil setelah dirilisnya rangkaian MacBook Pro dan MacBook Air baru.



Dalam acara "Hello Again", Kamis (27/10/2016), Apple tidak secara terang-terangan menyebutkan telah "menghapus" MacBook Air 11 inci dari peredaran. Akan tetapi, informasi dan penjualan laptop yang satu ini telah menghilang dari situs resmi Apple.

Hal tersebut yang mengindikasikan Apple telah menghentikan produksi MacBook Air 11 inci. Selain itu, dalam acara yang sama, Apple hanya mengenalkan update minor MacBook Air dengan ukuran layar 13 inci.

Tidak ada lagi MacBook Air 11 inci baru. MacBook Air 11 inci ini sebelumnya dikenal sebagai laptop tipis dan ringan yang dimiliki oleh Apple.

Dikutip KompasTekno dari Apple Insider, Jumat (28/10/2016), Phil Schiller selaku Senior VP of Worldwide Marketing Apple, dalam presentasinya selalu membandingkan MacBook Pro baru dengan MacBook Air.

Schiller menyebut MacBook Pro baru itu memiliki bobot yang sama ringan dengan MacBook Air, bahkan sedikit lebih ringkas ukurannya.

Schiller pun membujuk agar pengguna MacBook Air beralih ke MacBook Pro 13 inci yang baru dikenalkan itu.

Di akhir presentasinya, Schiller menampilkan tiga foto lini MacBook Pro baru yang dikenalkan Apple, serta lini MacBook ukuran layar 12 inci yang baru berumur 8 bulan.

Pesan tersebut bisa diartikan, fans Apple harus mulai melupakan model-model MacBook lain yang tidak ditampilkan malam itu, yakni MacBook Air 11 inci.

Namun demikian, MacBook Air ukuran 13 inci tetap didukung Apple. Hal ini terbukti dengan upgrade minor yang diberikan Apple, seperti RAM yang digandakan dari semula 4 GB menjadi 8 GB.

Untuk saat ini, MacBook Air 13 inci dijual dengan 999 dollar AS untuk varian penyimpanan 128 GB, dan 1.199 dollar AS untuk varian penyimpanan 256 GB. Apple akan tetap menjual varian ini, walau belum ditentukan sampai kapan.

Jumat, 20 Januari 2017

Lebih Dekat dengan Android Moto E3 Power

"Moto is back", begitu bunyi slogan acara peluncuran smartphone Android Moto E3 Power yang digelar di Jakarta, Rabu (26/10/2016) kemarin. Moto E3 memang menandai kembalinya smartphone besutan Motorola ke pasaran Tanah Air setelah sempat absen beberapa tahun.



Kali ini, Motorola datang bersama Lenovo selaku pemilik baru yang mengakuisisi unit ponsel perusahaan tersebut pada Oktober 2014 lalu. Ponsel-ponsel bermerek Moto pun akan dijual oleh Lenovo Indonesia, berdampingan dengan ponsel besutannya sendiri, seperti seri Vibe.

Seperti apa produk Moto perdana di Indonesia ini? KompasTekno sempat menggenggam dan memotret Moto E3 Power dalam debutnya di Jakarta. Berikut ulasan singkatnya.

Desain

Moto E3 Power adalah salah satu varian seri ponsel Moto E3 yang khusus dipasarkan di wilayah Asia Pasifik. Selain Indonesia, beberapa negara lain seperti India, Thailand, dan Vietnam telah lebih dulu didatangi Moto E3.

Sesuai namanya, fitur andalan Moto E3 Power adalah baterai berkapasitas 3.500 mAh yang mendukung fitur rapid charging. Lenovo memaketkan charger khusus dengan keluaran daya 10 watt yang diklaim sanggup memberikan ketahanan baterai selama 5 jam setelah pengisian selama hanya 15 menit.

Baca: Moto E3 Power Hanya Dijual Online di Indonesia

Tampilan muka Moto E3 Power didominasi layar berukuran 5 inci (1.280 x 720 piksel) yang dikelilingi bingkai hitam mengilap berukuran cukup tebal. Sepasang grill speaker mengapit layar di sisi atas dan bawah. Sebuah kamera depan 5 megapixel bertengger di salah satu pojokan.



Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Tampak depan dan belakang Moto E3 Power.

Seperti biasa, tombol daya dan pengatur volume bisa ditemukan di sisi kanan dalam baris yang sama. Tidak ada laci SIM card atau micro-SD karena Moto E3 Power memang tidak mengusung konsep unibody, alias penutup belakang serta baterai bisa dilepas.

Colokan audio 3,5 mm bisa ditemukan di sisi atas, sementara bagian bawah memuat konektor micro USB untuk keperluan charging dan transfer data.


Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Sisi atas dan bawah Moto E3 Power


Bagian punggung Moto E3 Power terbuat dari bahan plastik tipis bertekstur bintik-bintik kecil supaya terasa kesat dan tidak licin, dengan logo Motorola di bawah modul kamera utama 8 megapiksel dan LED flash.

Sisi belakang yang ternyata berupa cover ini bisa dilepas untuk mengakses kompartemen baterai serta dua slot micro-SIM card dan satu micro SD. Baterai tadi pun bisa dicopot dan diganti.

Moto E3 Power mendukung koneksi data melalui jaringan 4G yang tersedia di Indonesia melalui beberapa band TDD dan FDD. Adapun kapasitas kartu memori micro SD yang didukung mencapai 32 GB.


Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Cover belakang Moto E3 Power bisa dibuka untuk mengakses baterai.


Sistem operasi

Moto E3 Power memiliki prosesor quad-core MediaTek MT6735P berkecepatan 1 GHz yang dipadu RAM 2 GB dan media penyimpanan internal berkapasitas 16 GB.

Jeroan hardware itu menjalankan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow yang tampil polos tanpa dihiasi custom UI layaknya pabrikan-pabrikan smartphone lain.


Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Beberapa tampilan OS Android 6.0 Marshmallow pada Moto E3 Power


Navigasi dijalankan melalui trio tombol home, back, dan recent apps yang menyatu dengan tampilan sistem operasi (on-screen). Di sisi bawah terdapat app drawer yang menyimpan daftar semua aplikasi di ponsel.

Tahan air

Meski tidak datang dengan sertifikasi IP (International Protection Marking) yang biasanya mengindikasikan ketahanan suatu perangkat terhadap debu dan air, Motorola mengklaim bahwa Moto E3 Power memiliki kapabilitas tersebut.

Seperti ponsel Moto sebelumnya, perangkat ini memiliki predikat "splash resistant" yang berarti tahan air dengan paparan yang ringan, seperti hujan rintik-rintik dan cipratan air.


Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Interface aplikasi kamera Moto E3 Power.


Ketahanan tersebut diwujudkan melalui proses nano-coating yang melapis komponen hardware elektronik internal agar tak rusak saat terpapar air.

Meski demikian, Lenovo tetap menyarankan agar pengguna tidak menceburkan atau merendam perangkat ini ke dalam air dengan sengaja.

Moto E3 Power mulai dijual pada Kamis (27/10/2016) melalui retailer online Lazada Indonesia. Benderolnya dipatok di harga Rp 1.899.000. Belum diketahui kapan perangkat ini bisa diperoleh melalui toko ritel offline.

Minggu, 15 Januari 2017

Layanan Uang Digital Telkomsel Dipakai di Lingkungan ESQ

Telkomsel bekerja sama dengan ESQ menyediakan solusi layanan komunikasi terpadu bagi para anggota komunitas ESQ. Layanan uang digital Tcash juga bakal dipakai pelaku usaha kecil menengah (UKM) di lingkungan ESQ Tower.



Telkomsel menyediakan paket komunikasi gratis agar para karyawan dan mahasiswa yang tergabung dalam ESQ Group dapat saling berkomunikasi melalui telepon dan SMS, maupun menggunakan layanan data dengan nyaman.

Sementara para pelaku UKM di lingkungan ESQ Tower dapat berperan sebagai merchant Tcash, di mana seluruh transaksi jual beli dilakukan melalui layanan keuangan digital tersebut.

Selain itu, para wirausahawan yang bergerak di bidang kuliner tersebut juga dibimbing menjadi agen untuk melayani berbagai kebutuhan pelanggan, seperti cash in dan cash out di akun Tcash, proses upgrade kartu 4G LTE, dan sebagainya.

Beberapa tahun terakhir perkembangan bisnis yang dilakukan oleh pelaku UKM memang semakin mengarah ke pasar modern dan global sehingga dukungan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sangat diperlukan oleh segmen UKM.

“Untuk mendukung kesuksesan UKM, kami menyediakan solusi layanan keuangan digital," kata Direktur Sales Telkomsel Mas’ud Khamid dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (28/10/2016).

Kami berupaya memperkuat UKM agar bisa go digital dengan memanfaatkan TCASH sebagai layanan pembayaran secara mobile,” imbuh Mas’ud.

Telkomsel juga menghadirkan layanan isi ulang pulsa dan penjualan kartu perdana 4G LTE di Medina Cafe dan Medina Canteen yang berlokasi di ESQ Tower.

Ke depannya, ESQ Tour & Travel juga dirangkul untuk berperan sebagai agen penyedia layanan roaming internasional Telkomsel.

Selasa, 10 Januari 2017

MagSafe, Ciri Khas MacBook yang Kini Dihilangkan Apple

Salah satu detil kecil yang membuat MacBook unik dan menarik adalah MagSafe, konektor berbahan magnet yang berfungsi sebagai pengisi daya baterai. Malangnya, fitur ciri khas MacBook itu kini justru dihapus oleh Apple.



MagSafe menghubungkan kabel pengisian daya ke MacBook dengan memanfaatkan magnet. Fitur ini membuat kabel bisa bertengger dengan kuat dan stabil saat mengisi daya, namun gampang lepas.

Dengan demikian, MagSafe berguna melindungi kabel charger dan port pengisian Anda dari kerusakan yang terjadi akibat sentakan mendadak.

Misalnya saat kabel charger yang terpasang di MacBook itu tak sengaja tersangkut kaki Anda, maka MagSafe membuat kabel lepas dengan mudah, tanpa merusak port laptop Anda.

Sayangnya, sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Verge, Jumat (28/10/2016), Apple benar-benar membunuh fitur MagSafe dan menggantinya dengan port USB-C di MacBook terbaru.

MacBook 2015 dan tiga varian MacBook Pro terbaru sama sekali tak menggunakan MagSafe. Hanya ada port USB-C biasa untuk berbagai keperluan, mulai dari mengisi daya hingga memindahkan data.

Sebagai ganti MagSafe, Apple memang memberikan empat port USB-C yang seluruhnya bisa dipakai untuk mengisi daya. Hal ini tentu merupakan fitur yang praktis dan menarik, namun tentu saja berbeda.

Seperti diketahui, konektor pengisian daya cenderung mengunci port USB-C. Artinya, konektor tersebut melekat lebih erat ketimbang MagSafe. Ketika tanpa sengaja pengguna menyentak kabel pengisian daya, bisa jadi konektor tersebut tetap terpasang erat dan laptop justru ikut tersentak.

Tapi pengguna tak perlu bingung. Bila masih menginginkan MagSafe, setidaknya fitur yang mirip dengannya, masih ada perusahaan di luar Apple yang merilis MagSafe untuk USB-C.

Bentuk alat tambahan ini mungkin kurang elegan karena memberikan tonjolan tambahan di port pengisian daya. Namun setidaknya bisa berfungsi sebagaimana MagSafe pada MacBook lawas.

Kamis, 05 Januari 2017

Jamboard, Papan Tulis Android Seharga Rp 78 Juta

Google baru saja merilis produk hardware terbarunya yang dinamakan Jamboard. Berbeda dari smartphone Pixel yang ditujukan bagi kalangan consumer, produk baru tersebut diperuntukan bagi kalangan kantor atau enterprise.



Apa itu Jamboard? Ia merupakan papan tulis elektronik berbasiskan Android dengan ukuran jumbo. Pada dasarnya, perangkat ini merupakan tablet raksasa berukuran 55 inci yang mendukung resolusi 4K.

Layaknya papan tulis konvensional, pengguna nantinya bisa menulis dan menggambar langsung di Jamboard. Pengguna bisa menggunakan jari tangan dan stylus bawaan untuk menulis di papan tersebut.

Untuk menghapus, Google sudah menyiapkan semacam penghapus fisik. Jika malas menggunakan perangkat itu, pengguna juga bisa menyapukan tangan di tulisan atau gambar yang ingin dihapus.

Google juga menyediakan tools berupa sticky notes di layar ini. Pengguna juga bisa dengan mudah menambahkan dokumen dari Google Docs, Sheets, Slide, dan foto ke layar Jamboard.

Kolaborasi, atau disebut "Jam" oleh Google, merupakan inti dari Jamboard ini. Pengguna bisa berkolaborasi dalam satu proyek secara live dari mana saja, asalkan terhubung dengan internet.

Mereka bisa sama-sama menulis, menggambar, atau berbagi ide di satu layar yang sama.

Untuk keperluan kolaborasi ini, pengguna bisa memanfaatkan tablet dan smartphone berbasis Android atau iOS. Namun, ada perbedaan dari dua perangkat itu.

Aplikasi Jamboard di tablet mengizinkan pengguna menggunakan semua fungsi editing yang ada di Jamboard.

Sementara itu, sebagaimana KompasTekno rangkum dari 9to5Google, Jumat (28/10/2016), aplikasi smartphone dibatasi fungsinya hanya untuk melihat layar proyek dan input data. Pengguna smartphone tidak bisa menggambar dan menulis.

Uniknya, proyek tersebut nantinya akan disimpan langsung di layanan cloud Google Drive, yang bisa diakses oleh para peserta kolaborasi.

Jamboard sendiri dilengkapi dengan koneksi WiFi untuk kepentingan kolaborasi, built-in camera, dan speaker.

Jamboard dijual dengan harga yang cukup tinggi, yakni 6.000 dollar AS atau sekitar Rp 78 juta.

Jumat, 30 Desember 2016

Ini Rahasia Kesuksesan Oppo

Lima tahun lalu, saat pertama kali memasuki pasaran smartphone, Oppo bisa dibilang bukan siapa-siapa. Gaung namanya pun relatif tidak terdengar. Tapi kini pabrikan asal China itu telah menjadi salah satu pabrikan smartphone terbesar dunia.



Data IDC untuk kuartal-III 2016 menempatkan Oppo sebagai vendor terbesar keempat di dunia setelah Samsung, Apple, dan Huawei. Di Indonesia, Oppo duduk di urutan kedua setelah Samsung.

Apa rahasia kesuksesan Oppo? Laporan Reuters yang dirangkum KompasTekno, Jumat (28/10/2016) menyebutkan bahwa salah satu resep Oppo adalah pemasaran yang agresif baik secara online maupun offline.

“Tak ada brand lain yang mampu menyamai taktik bombardir penjualan Oppo,” komentar seorang eksekutif distributor ponsel di Shijiazhuang, China.

Baca: Apa Kesamaan Oppo, Vivo, dan OnePlus?

Oppo R9 “Selfie Expert” yang memiliki kamera depan mumpuni, misalnya, dipromosikan dengan target audience pengguna media sosial. Model ini berhasil menjadi ponsel dengan penjualan tertinggi di China kuartal lalu.

Andalkan juga penjualan offline

Di Jakarta, outlet ponsel Oppo bisa ditemukan di pusat perbelanjaan. Toko mini itu kerap disertai jajaran SPG yang menawarkan pengunjung supaya mencoba ponsel Oppo.

Analis menyebutkan jaringan toko fisik Oppo berhasil mendorong penjualan di Indonesia, juga kota-kota kecil yang penduduknya masih kurang akrab dengan belanja online dan lebih suka mengunjungi outlet untuk membeli ponsel.

Oppo juga mengendalikan sendiri segala hal yang terkait dengan penjualan smartphone, dari tahapan desain produk hingga distribusi.

Oppo menjual perangkat lewat jaringan tokonya sendiri, menjalin kerja sama dengan mitra ritel lokal, dan menyediakan penaga pemasaran berikut insentif.

“Kami memproduksi sendiri semua ponsel… kami tak berurusan dengan distributor, kami ingin meyakinkan bahwa kami memiliki kendali dari end-to-end atas pengalaman pengguna,” kata Chief Executive Oppo Singapura, Sean Deng.

Kesinambungan strategi “bombardir pasar” Oppo masih dipertanyakan karena besarnya biaya yang diperlukan. Begitu pertumbuhan melambat, hal tersebut mungkin akan menjadi masalah.

“Saya pikir model (pemasaran Oppo) stabil, namun pertumbuhan ke depannya mungkin menurun dan membutuhkan lebih banyak investasi," sebut CK Lu, seorang analis di firma riset Gartner.

Toh, kemunculan Oppo tak urung mengejutkan para rivalnya sesama pabrikan ponsel dari China, seperti Xiaomi dan LeEco, yang selama ini lebih banyak mengandalkan online marketing.

Oppo berada di bawah payung besar BBK Electronics, raksasa elektronik China yang juga menjual ponsel dengan brand Vivo. Keduanya kini tercatat masuk dalam lima besar pabrikan smartphone dunia.

Minggu, 25 Desember 2016

Inikah Pertanda iMessage Bakal Hadir di Android?

 Apple selama ini diyakini tidak akan memboyong layanan pesan singkat iMessage ke Android. Namun, ternyata ada indikasi bahwa Apple bakal membuat keputusan sebaliknya.



Seorang desainer UI John Gruber mengklaim menemukan pertanda, Apple akan membawa iMessage ke Android. Ia mendengar, tim internal Apple telah membuat mockup atau contoh tampilan aplikasi iMessage untuk Android.

Bahkan, mockup tersebut dibuat dengan sangat mendetil. Contohnya pun dibuat dalam beberapa versi sekaligus.

“Saya dengar kabar burung yang menyebutkan bahwa mockup iMessage untuk Android tengah beredar di tim internal perusahaan. Contoh itu memiliki desain bervariasi, mulai dari yang mirip dengan versi iOS, hingga yang menggunakan Material Design,” ujar John, sebagaimana KompasTekno rangkum dari MacWorld, Jumat (28/10/2016).

Hingga saat ini, Apple memang belum memperkenalkan, apalagi merilis iMessage untuk Android ke publik. Aplikasi Apple di Android sendiri sangat terbatas jumlahnya.

Sejauh ini, hanya Apple Music saja yang telah dibuat untuk sistem operasi Android. Aplikasi yang satu ini memiliki font Android dan menggunakan referensi Material Design. Belum ada aplikasi lain yang mengikuti jejaknya.

Keberadaan mockup iMessage untuk Android dapat dikatakan sebagai indikator bahwa Apple sedang mempertimbangkan sesuatu. Namun, ini tidak berarti aplikasi tersebut sudah pasti akan dirilis ke publik.

Bisa saja, Apple tetap menyimpan iMessage sebagai aplikasi yang eksklusif untuk sistem operasi iOS. Lagipula aplikasi tersebut sudah digunakan oleh lebih dari 1 miliar orang, tanpa harus dirilis ke Android.

Selasa, 20 Desember 2016

Mengunjungi Kantor LeEco, Tetangga Samsung di Silicon Valley

Pekan lalu, vendor elektronik asal China, LeEco mengajak KompasTekno dan beberapa media dari Indonesia untuk menyaksikan debut perusahaan asal China itu di pasar AS.



Usai acara peluncuran, LeEco pun mengajak jurnalis dari Indonesia berkunjung ke salah satu kantor pusatnya di San Jose, California, AS.

LeEco sendiri memang memiliki dua kantor pusat. Kantor pertama terletak di Beijing, China, negara asal perusahaan tersebut.



Deliusno/Kompas.com
Pintu masuk kantor pusat LeEco

Sementara itu, kantor pusat kedua terletak di wilayah Silicon Valley, AS. Wilayah yang dikenal sebagai markas perusahaan-perusahaan IT top dunia. Tepatnya, kantor pusat LeEco ada di 3553 North 1st Street, San Jose, California 95134.

Kawasan Silicon Valley dipilih karena perusahaan elektronik China itu nampaknya ingin menunjukkan bahwa mereka juga memiliki taji di antara perusahaan teknologi besar lainnya.


Deliusno/Kompas.com
Kantor pusat LeEco di San Jose bertetangga dengan Samsung

Kantor LeEco ini pun bertetangga dengan perusahaan elektronik asal Asia lainnya, yakni Samsung.

Kaku, tapi santai


Deliusno/Kompas.com
Masuk ke kantor LeEco, pengunjung bakal langsung disambut televisi 120 inci

Masuk ke kantor, pengunjung akan langsung disambut dengan pameran produk-produk LeEco yang tersedia saat ini.

Di bagian depan, terlihat televisi berukuran raksasa. Menurut pihak LeEco yang menemani KompasTekno, TV tersebut memiliki ukuran layar 120 inci.

Di bagian depan kantor, LeEco juga memamerkan produk smartphone apa saja yang sudah dirilis di AS. Ada juga sepeda pintar yang diberi nama LeEco Super Bike.

Baca: LeEco Pamerkan Sepeda Pintar Berbasis Android

Tidak jauh dari pintu masuk, ada tangga yang membawa pengunjung langsung ke lantai dua. Di lantai tersebut, terdapat beberapa ruangan rapat dan tempat para karyawan bekerja.

Sepintas melihat, tempat kerja itu terlihat berantakan. Pasalnya, LeEco baru pindah ke kantor pusatnya ini pada bulan Agustus lalu.


Deliusno/Kompas.com
Tempat kerja LeEco terlihat seperti kantor pada umumnya

Berbeda dari kantor pusat perusahaan teknologi lainnya yang kebanyakan "memanjakan" karyawan dengan sarana hiburan, kantor pusat LeEco di AS tampak benar-benar kaku. Tidak seperti perusahaan-perusahaan teknologi lainnya, seperti Google dan Apple.

Sejauh mata memandang, ruangan kantor terdiri dari kubikel-kubikel seperti kantor-kantor pada umumnya.


Deliusno/Kompas.com
Ruangan rapat LeEco


Deliusno/Kompas.com
Bosan bekerja sambil duduk? Mengapa tidak berdiri saja!

Namun, para karyawan tetap bisa bersantai di tempat makan yang disediakan, lokasinya di lantai satu. Di tempat ini, tersedia makanan gratis yang bisa disantap karyawan jika mereka lapar.


Deliusno/Kompas.com
Makanan gratis tersedia di tempat ini


Deliusno/Kompas.com
Ingin bersantai? Kunjungi saja taman ini


Deliusno/Kompas.com
Ingin pesta BBQ di kantor? Silahkan saja

Di luar ruang makan tadi, ada taman kecil yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai. Uniknya, di taman itu LeEco menyediakan sebuah pojok barbeque, lengkap dengan pemanggang besar untuk para karyawan.

Pengembangan ke depan

Kantor LeEco di San Jose ini sebenarnya tidak terlalu besar. Menurut info, kantor tersebut hanya berukuran 80.000 kaki persegi atau sekitar 0,7 hektar. Meski begitu, kantor itu bisa ditempati oleh sekitar 600 karyawan.

Kantor LeEco saat ini ditempati oleh banyak divisi, seperti engineering hardware, software, smartphone, TV, virtual reality (VR), hingga pusat riset dan pengembangan (R&D).

Baca: Mengenal LeEco, Pembuat Smartphone, TV 4K, dan Mobil Otonomos

LeEco sendiri sudah memiliki rencana besar di AS dalam beberapa tahun mendatang. Mereka sudah membeli lahan bekas kantor pusat Yahoo di Santa Clara, California, AS.

Nantinya, LeEco berencana ekspansi besar-besaran ke bekas kantor Yahoo itu dengan membangun perkampungan mini bagi para karyawannya.


Deliusno/Kompas.com
Maket yang menunjukkan seberapa besar kantor LeEco nantinya di Santa Clara

Tentunya, seiring dengan ekspansi itu, karyawan LeEco yang ada di AS saat ini juga akan ditambah.

LeEco sendiri menargetkan akan mempekerjakan 12.000 orang, yang semuanya akan bekerja di lahan bekas Yahoo itu nantinya.

Kamis, 15 Desember 2016

7 Hal yang Dibunuh Apple demi MacBook Pro Baru

Apple tak tanggung-tanggung dalam upayanya menciptakan laptop yang tipis nan ringan. Tengok saja MacBook Pro terbaru.



Perusahaan dengan sengaja menghapus sejumlah teknologi yang masih jamak dipakai laptop lain demi mencapai kata tipis dan ringan tersebut.

Sebagai gantinya, Apple memang memberikan fitur dan teknologi lain yang tergolong mutakhir. Misalnya, panel Touch Bar sebagai pengganti tombol fungsi dan USB-C untuk keperluan mengisi daya hingga memindahkan data.

Namun yang dihapus bukan sekadar teknologi saja. Apple bahkan memensiunkan sejumlah MacBook lawas yang masih memiliki teknologi tersebut.

Baca: Apple Hapus MacBook Air 11 Inci

Seperti dirangkum KompasTekno dari MacWorld, Jumat (28/10/2016), total ada 7 hal yang dihilangkan. Berikut ini rinciannya:

1. MagSafe

MagSafe merupakan konektor kabel charger dengan port pengisian daya di berbagai MacBook lawas. Konektor ini memanfaatkan magnet dan bahkan menjadi sebuah ciri khas laptop buatan Apple.

Walau terkesan sepele, konektor ini sebenarnya memiliki fungsi yang sangat penting. Magnet pada ujungnya membuat konektor bisa melekat dengan stabil, tapi juga mudah terlepas saat ada sentakan pada kabel.

Baca: MagSafe, Ciri Khas MacBook yang Kini Dihilangkan Apple

Dengan demikian, saat kabel tersentak maka konektor charger akan lepas dengan sendirinya. Kabel, port pengisian daya, juga MacBook aman dari kerusakan akibat sentakan tersebut. Laptop tidak akan ikut terseret saat tersandung kaki, misalnya, karena kabel mudah lepas dari port.

Hal seperti ini mungkin sepele. Oleh karena itu, Apple menghapusnya. Toh pengguna masih bisa melakukan banyak hal menggunakan USB-C, bukan?

Namun, harap lebih berhati-hati, jangan sampai kabel charger yang sedang terpasang ke USB-C MacBook Pro baru tersangkut di kaki saat Anda sedang berjalan. Bisa-bisa, kabel beserta laptop ikut terseret karena kabel susah terlepas dari port USB-C.

2. Slot SD Card

Salah satu fitur tambahan yang sangat berguna di MacBook Pro adalah slot SD card. Apalagi jika penggunanya seorang fotografer atau siapapun yang sangat membutuhkan kemampuan membaca data di memori SD. Cukup colok saja, tak perlu repot-repot membawa card reader terpisah.

Kini, pada MacBook Pro terbaru, slot card reader itu benar-benar raib. Apple menghapusnya dan mengganti slot itu dengan port USB-C. Total, ada empat port USB-C di MacBook Pro terbaru ini.

Kemampuan memindahkan data USB-C ini memang lebih kencang. Kegunaannya pun lebih bervariasi, bisa dipakai untuk mengisi daya, juga dipakai untuk penghubung laptop ke layar eksternal.

Baca: Berapa Harga MacBook Pro Generasi Terbaru?

Sayangnya, semua kemampuan itu, termasuk soal membaca memori SD, memerlukan aksesori tambahan yang tak murah.

Pengguna mesti membeli card reader khusus untuk USB-C, yang hingga kini belum ada, atau membawa card reader USB biasa dan membeli adapter untuk menghubungkannya ke USB-C.

Pilihan mana pun itu, pengguna mesti menggelontorkan dana lebih dan menenteng-nenteng aksesori tambahan.

Sabtu, 10 Desember 2016

Siapa Bilang Cuma Model yang Bisa Bikin "Selfie" Cantik?

Unggahan foto selfie dalam akun media sosial para model wanita kerap memperlihatkan kecantikan yang umum dipahami masyarakat. Dalam foto mereka, misalnya, bulu mata terlihat lentik, kulit wajah bersih, dan tulang rahang tampak tirus.

Asal tahu caranya, sebenarnya menghasilkan foto selfie seperti para model itu tidaklah terlalu sulit. Berikut ini sejumlah tips yang telah dirangkum Kompas.com berdasarkan pengalaman model-model internasional:

Pencahayaan

Cahaya menjadi salah satu faktor penting untuk menghasilkan foto cantik bak model. Pencahayaan bisa berasal dari alam atau alat bantu. Cahaya dari alam misalnya sinar matahari atau bulan, sedangkan alat bantu bisa berupa lampu atau flash—lampu kilat.

Model asal Perancis, Constance Jablonski, adalah salah satu model yang menegaskan pentingnya cahaya saat selfie. Menurut Jablonski, pencahayaan dapat membuat foto yang sama terlihat berbeda. Misal, kulit wajah yang agak terlihat pucat menjadi tampak cerah saat sudah mendapat bantuan sinar.

Arah datangnya cahaya, ucap Jablonski, juga bisa menentukan suasana foto selfie. Jika ingin memberi kesan moody atau agak murung, misalnya, berdiri membelakangi cahaya dapat dicoba. Cahaya dari arah ini akan membentuk bayangan di wajah yang memperlihatkan kesan moody.



“Saya pribadi lebih menyukai cahaya yang berasal dari sisi depan ketika selfie. Cahaya depan dapat membuat mata berkilau. Kulit wajah pun terlihat bebas noda,” lanjut Jablonski seperti dikutip elle.com, Rabu (22/10/2016).

Selanjutnya, selfie pada malam hari atau di dalam ruangan kurang terang dapat menggunakan bantuan cahaya dari alat bantu. Teknik ini pernah dilakukan model Victoria’s Secret—merek pakaian dalam—Alessandra Ambrosio.


DAILY MAIL
Hasil selfie Alessandra Ambrosio

Dalam selfie-nya, Ambrosio pernah terlihat sedang memegang lampu ketika berada dalam ruang rias. Efek dari cahaya tersebut membuat riasan wajahnya terlihat jelas.

Angle dan edit

Setelah mendapat pencahayaan cukup, hal lain yang perlu diperhatikan adalah angle atau sudut pengambilan gambar. Kendall Jenner—model asal Amerika Serikat (AS), merupakan salah satu figur yang selalu memperhatikan angle ketika selfie.

Menurut Jenner, seperti dikutip usmagazine.com pada Selasa (9/2/2016), setiap orang pasti memiliki angle tertentu yang membuatnya terlihat menarik di foto. Karena itu, mengenal karakter wajah dengan baik wajib dilakukan agar hasil selfie lebih maksimal.

“Tidak semua angle foto bagus untuk saya. Jadi, saya selalu memastikan menggunakan angle terbaik,” ujar Jenner.

Hal yang biasa dilakukan oleh Jenner untuk menemukan angle terbaik adalah berlatih di depan kaca. Dari latihan ini, dia menemukan angle terbaiknya, yaitu dari sisi kanan wajah. Jenner tampak lebih langsing karena rahangnya terlihat agak menonjol.

Selain memperhatikan angle, trik lain dari para model adalah mengedit foto. Menurut model dan aktris Tyra Banks, tidak ada manusia yang sempurna. Mengedit foto agar terlihat lebih cantik merupakan hal wajar.

“Saya pribadi juga suka mengedit hasil foto selfie. Saya memiliki kecemasan mengenai bagian tubuh tertentu,” kata Banks dikutip eonline.com pada Kamis (24/9/2016).

COSMOPOLITAN.CO.UK/ UBERTOPIC.COM
Lewat akun Instagramnya @tyrabanks, pencipta program acara America's Next Top Model ini mengunggah foto wajahnya

Pada acara talkshow gaya hidup, FABLife, Banks menunjukkan keahliannya dengan mengedit foto salah satu penonton yang hadir. Pertama, dia memilih aplikasi edit foto. Biasanya Banks menggunakan aplikasi Photoshop atau Facetune.

Kemudian, dia mulai mengedit bagian wajah. Banks menerangkan warna mata sekaligus menghaluskan garis-garis kerutan di sekitarnya. Gigi dibuat lebih putih pula.

Selain wajah, Banks memberi sentuhan pada bagian lengan dan perut agar terlihat lebih kencang. Leher juga dibuat lebih panjang agar tubuh terkesan lebih tinggi dan kurus. Terakhir, semua kerutan pada kulit yang mungkin tertangkap kamera dibuat halus.

Meskipun sudah diedit sana sini, lanjut Banks, sebaiknya gambar tidak menghilangkan tampilan asli si empunya foto. Jangan sampai mengedit terlalu berlebihan hingga terlihat tidak natural. Ingat, suntingan hanya membantu meningkatkan kepercayaan diri.

Jadi, sudah siap menghasilkan selfie seperti para model di atas? 1..2..3.. Cheese!

Senin, 05 Desember 2016

Sibuk Jepret "Selfie Topless”, Remaja Cewek Tabrak Mobil Polisi

 Menyetir sambil mabuk saja sudah sangat berbahaya, apalagi jika melakukan itu sambil berupaya menjepret selfie. Bukan sembarang selfie pula, melainkan swafoto “topless” sambil membuka baju.



Polisi kota Bryan di Texas, Amerika Serikat, pun geleng-geleng kepala ketika menjumpai kasus macam ini pada Rabu (26/10/2016) malam waktu setempat.

Pelakunya adalah Miranda Rader, seorang mahasiswi Universitas Texas A&M berusia 19 tahun. Ketika itu dia menabrak sebuah mobil patroli yang sedang diparkir di pinggir jalan.

Sang polisi pemilik mobil patroli tersebut sedang berada di luar kendaraan. Dia lalu menghampiri mobil Rader begitu mendengar suara tabrakan.

Dia terkejut mendapati remaja cewek itu tengah berupaya memasang kembali kausnya di balik kemudi, dengan bra yang masih “terlepas”.

“Saya tanya kenapa dia menyetir tanpa busana, dia bilang sedang menjepret foto Snapchat untuk dikirim ke pacarnya selagi di lampu merah,” sebut sang polisi dalam laporannya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Sabtu (29/10/2016).

Tak cuma menyetir sambil setengah bugil, polisi juga mendapati botol wine yang terbuka di dalam mobil Rader.

Sang remaja prempuan pun ditahan karena dicurigai menyetir sambil mabuk dan berkelakuan tidak baik. Namun, kemudian dilepas dengan uang jaminan 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 26 juta.

Rabu, 30 November 2016

Ulang Tahun Ke-61, Bill Gates Masih Terkaya di Dunia

Jumat (28/10/2016) kemarin di Indonesia, atau saat ini di Amerika Serikat, menandai hari ulang tahun ke-61 Bill Gates. Pada usia yang tak lagi muda, Bapak Microsoft ini belum juga terlengser dari predikat orang terkaya di dunia.



Gates mencatat kekayaan sebesar 81,9 miliar dollar AS atau setara Rp 1.157 triliun menurut majalah Forbes, sebagaimana dilaporkan Time dan dihimpun KompasTekno, Sabtu (29/10/2016).

Di bawah Gates, ada dua pengusaha mapan dan sukses yang mendekati angka kekayaannya, yakni Amancio Ortega dan Jezz Bezos.

Ortega adalah pemilik grup bisnis fashion yang memegang jaringan merek kawakan Zara. Sementara itu, Bezos adalah pendiri raksasa e-commerce Amazon.

Ortega masih ketinggalan 6,5 miliar dollar AS (Rp 84 triliun) dan Bezos harus mengumpulkan 14,2 miliar dollar AS (Rp 184 triliun) untuk menyamai kekayaan Gates.

Paling kaya dan paling dermawan

Satu hal yang perlu digarisbawahi, posisi orang terkaya tak diemban Gates dengan cara terus-menerus menggali harta karun dan menyimpannya untuk diri sendiri. Pada saat bersamaan, pria itu juga menjadi pengusaha paling dermawan di dunia.

Gates telah mendonasikan lebih dari 36 miliar dollar AS atau senilai Rp 467 triliun untuk Bill & Melinda Gates Foundation. Yayasan amal tersebut didirikan oleh Gates dan istrinya, Melinda.

Bersifat non-profit, Bill & Melinda Gates fokus pada tujuan menyejahterakan warga AS dan dunia. Pada 2014, yayasan itu mendonasikan 50 juta dollar AS (Rp 649 miliar) untuk melawan ebola di Afrika Barat.

Pada Juni lalu, 100.000 ayam ternak dikirim ke warga sub-sahara Afrika yang hidup dalam kemiskinan. Lantas awal bulan ini, sekitar 250 juta dollar AS (Rp 3,2 triliun) didonasikan untuk program kesehatan dunia yang diinisiasi University of Washington.

Angka donasi itu merupakan kontribusi terbesar sepanjang sejarah yang pernah diberikan seseorang kepada sebuah universitas.

Baca: Bill Gates Rela Digigiti Nyamuk di Yogyakarta

Menjadi inspirasi bagi Mark Zuckerberg

Tak heran jika Gates menjadi inspirasi dan idola bagi banyak orang, termasuk pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Jika diperhatikan, hal-hal yang hari ini dilakukan Zuckerberg seakan mengikuti jejak Gates.

Zuckerberg mampu membawa Facebook sebagai perusahaan jejaring sosial paling bernilai di muka bumi saat ini. Lihai dalam berbisnis, Zuckerberg pun tak lupa beramal seperti Gates.

Ia bersama istrinya, Priscilla Chan, juga memiliki yayasan amal bertajuk The Chan Zuckerberg Initiative. Yayasan itu fokus untuk mewujudkan generasi masa depan yang sehat tanpa penyakit.

"Gates adalah pahlawan saya dan ia adalah salah satu visioner paling spektakuler dalam sejarah industri teknologi," kata Zuckerberg tentang Gates.

Zuckerberg pun tak lupa mengucapkan selamat ulang tahun terhadap idola sekaligus teman baiknya itu.


Sebelumnya, pada 20 Oktober lalu, Gates sempat menyebut Zuckerberg sebagai teman baiknya. Dua pria yang rentang umurnya jauh itu tampak seperti bapak-anak dalam industri teknologi.

"Ini ironis, saya balik ke Harvard dan berpidato dan Mark Zuckerberg adalah salah satu audiensnya. Saya tak mengklaim pidato saya berdampak kepadanya. Saya dan dia adalah teman baik, tetapi hal ini lucu saja," kata Gates kala itu.

Kini, di usia 61 tahun dan masih menjadi orang paling kaya sekaligus paling beramal, Gates masih setia pada dua hobinya: membaca buku dan menonton film. Hobi itu pun tergolong aneh ketika banyak miliarder lain yang menghabiskan duit untuk golf, mobil mewah, barang antik, dan hal-hal mahal lainnya.

Ketika ditanya soal perasaannya memasuki usia 61 tahun dengan segala pencapaian, Gates menjawab singkat, "bukan tipikal ulang tahun yang menarik".

Jumat, 25 November 2016

Ditutup Twitter, Vine Malah "Ditawar" Situs Porno

Empat tahun setelah dibeli oleh Twitter pada 2012 lalu, Vine, sang pelopor video sharing berdurasi singkat (6 detik) di media sosial akhirnya bakal ditutup dalam beberapa bulan ke depan.



Nasib Vine rupanya menarik perhatian situs porno PornHub. Dalam sebuah surat elektronik yang dilayangkan oleh Vice President PornHub Corey Price kepada CEO Twitter Jack Dorsey, salah satu operator situs esek-esek terbesar di dunia itu "menawar" akan membeli Vine.

"Karena Twitter akan menutupnya (Vine) dan sedang sibuk memangkas tenaga kerja, Anda dan para pemangku kepentingan bisa memperoleh manfaat dari uang hasil penjualan Vine," tulis Price dalam suratnya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Cnet, Sabtu (29/10/2016).

PornHub menyatakan tidak keberatan dengan durasi video Vine yang cuma enam detik. Angka itu disebut "sudah lebih dari cukup bagi kebanyakan orang untuk menikmati".

Entah tawaran itu memang serius atau sekadar menyindir kondisi keuangan Twitter yang belum kunjung membaik. Boleh jadi pula Twitter bakal menanggapi PornHub dengan serius, ketimbang hanya menutup Vine begitu saja.

Vine ditutup dalam rangka efisiensi tenaga kerja dan ongkos operasional yang dilakukan oleh Twitter. Video-video yang tersaji lewat aplikasi Vine saat ini masih ditonton oleh 100 juta orang setiap bulan, namun jumlah penggunanya terus menurun.

Twitter memberikan kesempatan pada para pengguna Vine untuk mengunduh video masing-masing dalam waktu beberapa bulan sebelum situs web, aplikasi, dan platform Vine ditutup sepenuhnya.

Pendiri Vine Rus Yusupov menyatakan ketidaksetujuannya atas rencana penutupan perusahaan tersebut. "Jangan jual perusahaan Anda!" kicaunya di Twitter, seolah menyesal telah melakukan langkah itu.

Minggu, 20 November 2016

20 Finalis Kompetisi Aplikasi "The NextDev" Diumumkan

Telkomsel mengumumkan 20 finalis ajang kompetisi aplikasi, The NextDev 2016. Ke-20 finalis yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini sudah melalui tahapan kualifikasi tingkat regional dan seleksi tingkat nasional yang telah berlangsung sejak awal Oktober 2016.



Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati mengatakan, ke-20 finalis yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan potensi kreativitas dari mobile apps developer muda yang tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air.

“Antusiasme yang sangat tinggi memperlihatkan bahwa anak muda Indonesia ingin berkontribusi terhadap perubahan yang lebih baik di kotanya melalui karya-karya kreatif yang mereka lahirkan,” jelas Adita dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Sabtu (29/10/2016).

Lebih dari 1.000 aplikasi mobile telah terdaftar untuk berkompetisi dalam TheNextDev 2016.

Penjurian dinilai berdasarkan tiga parameter, yakni usability atau user experience, kesesuaian tema dan impact level, serta kesiapan produk, hingga akhirnya terpilih 20 besar finalis The NextDev 2016.

Ke-20 solusi aplikasi The NextDev 2016 tersebut terbagi ke dalam sembilan sub tema yang telah ditentukan, yaitu agrikultur, kemaritiman, usaha kecil dan menengah (UKM), pemerintahan, energi, pariwisata, kesehatan, pendidikan, dan transportasi.

Semua finalis ini selanjutnya akan mengikuti serangkaian kegiatan bootcamp yang dipusatkan di Bandung Digital Valley pada awal November 2016.

Para finalis akan memperoleh pelatihan dan pendampingan secara intensif dari beberapa pakar untuk mengembangkan teknis maupun soft skills, mulai dari teknik melakukan coding, marketing skills, hingga communications skills.

Selasa, 15 November 2016

10 Fitur Tersembunyi WhatsApp yang Wajib Diketahui

Siapa sangka, aplikasi pesan instan WhatsApp ternyata memiliki sejumlah fitur yang tersembunyi. Kendati disebut tersembunyi, sebenarnya fitur ini bisa diakses siapa saja jika mengetahui caranya.



Pengguna bisa memakainya untuk memudahkan berbagai hal, seperti menjaga privasi, mengurangi konsumsi data, hingga menyimpan percakapan ke dalam bentuk teks.

Berikut ini sepuluh dari beberapa fitur tersembunyi di WhatsApp, yang dirangkum KompasTekno dari berbagai sumber.

1. Menyembunyikan “Last Seen”

WhatsApp mengizinkan pengguna saling melihat waktu online terakhir masing-masing. Namun bila hal ini dirasa mengganggu privasi, Anda bisa menyembunyikan tanda “last seen” tersebut.

Caranya, pilih menu Setting, kemudian pilih tab Account dan Privacy. Anda akan menemukan bilah bertuliskan “Last Seen”. Pilihlah tab tersebut, maka akan muncul pilihan lain secara pop-up.

Anda tinggal memilih Everybody agar semua orang bisa melihat “Last Seen” tersebut, pilih My Contact supaya hanya orang dalam buku kontak saja yang bisa melihat, atau pilih Nobody agar tidak ada satu pun yang bisa melihat informasi tersebut.

2. Backup percakapan

Anda bisa membuat cadangan data percakapan sehingga saat berganti ponsel, semua percakapan lawas bisa dipulihkan kembali. Caranya pun mudah.

Pada menu pengaturan atau Setting, carilah tab bertuliskan Chat dan Chat Backup. Di dalamnya berisi pengaturan untuk menyimpan cadangan data percapakan ke dalam Google Drive.

Cukup dengan memasukkan akun Gmail Anda, serta mengatur agar aplikasi otomatis melakukan backup dalam durasi waktu tertentu. Selanjutnya semua akan berjalan otomatis

3. Menyimpan percakapan dalam bentuk teks

Pengguna WhatsApp bisa menyimpan berbagai percakapan mereka ke dalam bentuk teks. Ini berguna bila Anda termasuk orang yang rapi dan senang menyimpan berbagai arsip percakapan.

Caranya, bukalah tab obrolan yang ingin Anda simpan dalam bentuk teks. Sentuh tiga titik yang berada di kanan atas, lanjutkan ke bilah More dan sentuh pilihan Email Chat.

Selanjutnya Anda bisa memilih apakah akan menyertakan berbagai media di dalam percakapan atau hanya teks saja. Setelah memilih akan muncul e-mail untuk mengirimkan percakapan tersebut.

4. Blokir kontak

Sering mendapatkan pesan spam dari orang tak dikenal? Blokir saja. WhatsApp memang memberikan fitur tersebut dan bisa diakses dengan mudah.

Caranya, buka percakapan dengan orang yang dituju. Sentuh menu titik tiga di bagian kanan atas dan pilih tab More. Anda akan menemukan pilihan Block di antara menu yang muncul. Sentuhlah, dan pemblokiran pun selesai.

Kamis, 10 November 2016

Vlog: Ramainya Peluncuran Mi Note 2 di Beijing

Setelah hampir dua tahun, Xiaomi akhirnya merilis generasi kedua dari seri Mi Note. Bertajuk "Mi Note 2", ponsel tersebut diklaim sebagai perangkat terbaik yang pernah dibuat sang vendor China selama lima tahun berdiri.



Mi Note 2 membenamkan beberapa spesifikasi premium, seperti chipset Snapdragon 821, kamera 22,56 megapiksel, NFC, dan Quick Charge 3.0.

Kapasitas memori internal dan RAM-nya pun tak tanggung-tanggung. Pengguna bisa memilih antara RAM 4 GB dengan memori 64 GB atau RAM jumbo 6 GB dengan memori 128 GB.

KompasTekno berkesempatan hadir pada acara peluncuran flagship teranyar itu di Gymnasium Peking University, Beijing, China, pada Selasa (25/10/2016) lalu.

Tak kurang dari 2.000 undangan memadati venue peluncuran seluas 26.000 meter persegi tersebut. Ada 26 wartawan internasional dari Indonesia, India, Singapura, Amerika Serikat, dan Malaysia, yang hadir langsung di sana. Berikut cuplikan singkatnya dalam sebuah vlog.